<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Bln. N – Blog</title><link>/blog/</link><description>Recent content in Blog on Bln. N</description><generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>en</language><lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 23:45:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="/blog/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>My First Post</title><link>/blog/2026-04-21-my-first-post/</link><pubDate>Tue, 21 Apr 2026 23:45:00 +0000</pubDate><guid>/blog/2026-04-21-my-first-post/</guid><description>
&lt;p&gt;Halo, ini adalah tulisan pertama saya di blog/website ini!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat saya menulis di Hugo ini, saat ini saya sedang menggunakan Sveltia CMS sebagai editor content yang di hosting melalui Cloudflare Pages, yang juga terintegrasi melalui GitHub Action! Alangkah luar biasanya semua saling tersinkronisasi dengan baik! Saat menjadi satu, itu benar-benar berguna!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oke. Bagaimana memulainya? Saya memang memiliki ketertarikan dengan menulis, dalam draft Wattpad di akun saya sudah lama tidak gunakan, setidaknya selama beberapa tahun belakang, saya memiliki satu cerita yang berhenti di tengah jalan. Sebenarnya, sudah cukup banyak bab yang saya tulis. Tapi, seperti kebanyakan penulis, saya mengalami Written Block, yang sayangnya masih saya alami setidaknya sampai tahun ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya cukup mampu membuat jurnal pribadi, menulis artikel maupun mereview sebuah jurnal. Namun, entah mengapa melanjutkan cerita yang saya mulai rasanya terlalu berat. Walaupun saya tahu, pada akhirnya, entah kapan, saya harus kembali mengangkat pena. Mungkin karena saya tahu akhirnya tidak akan menjadi &amp;lsquo;Ending yang baik&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;Bagus untuk direkomendasikan kepada pembaca lain&amp;rsquo;— karena saya orang yang cukup penasaran ketika di usia itu, saya jadi menyayangkan masa lalu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pokoknya, tulisan ini adalah migrasi saya dari Notion yang saya gunakan untuk meng-upload project portofolio saya— saya seorang amatir tanpa gelar sarjana yang dalam pelatihan non-formal untuk menjadi seorang Data Analyst.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Deskripsi yang cukup panjang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, itulah kenyataannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana saya harus memulainya &amp;hellip; katakan saja begini: Ini adalah personal Dokumentasi saya. Segala sesuatu yang terkait perkembangan karir akan saya muat di sini. Semoga Anda tidak bosan, tapi saya benar-benar orang yang cukup fleksibel (saya berusaha).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sveltia ringan dan Hugo sangat cepat. Perpaduan yang sempurna. Itulah pertimbangan saya ketika memilih untuk bermigrasi dari beberapa Project Penggemar Notion ke Hugo (theme Hextra). Saya tidak menyebut pilihan saya sebelumnya itu tidak lebih baik dari yang saat ini— semuanya memiliki porsinya masing-masing dan ini adalah pendapat pribadi saya: tetapi perangkat saya lebih merasa aman jika itu berati lebih cepat (menangis) T_T&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terlebih, jaringan di negara saya agak lambat akhir-akhir ini. Sangat disayangkan, akhirnya saya harus melambaikan tangan kepada Notion yang Terkasih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sudah memakai Notion sejak sebelum saya lulus Sekolah Menengah Kejuruan, pastinya saya sudah terbiasa dengan antar muka dan fitur-fiturnya yang mudah dioperasikan. Masalah terbesarnya adalah Notion memiliki fitur Database yang dapat saya manfaat sepenuhnya menjadi jurnal pribadi saya. Tetapi, lambat laut saya memang harus keluar dari zona nyaman, apalagi zona itu sudah menjadi merah dengan notif &amp;lsquo;Memory Ponsel sudah hampir penuh&amp;rsquo; setiap kali saya membuka beranda atas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan berkat beberapa sosok yang luar biasa seperti Stephani, Velsa dan Transitive Bullshit, halaman Notion saya sempat berjalan di internet dengan domain &lt;a href="nurlaelabulan.my.id"&gt;nurlaelabulan.my.id&lt;/a&gt; selama beberapa tahun. Berikan penghormatan penuh kepada mereka:)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pokoknya! Ketika saya menulis ini, dan merasakan antar muka Sveltia, yang jujur saja tidak terlalu buruk, rasanya benar-benar cepat dan sangat sederhana. Mungkin satu kelemahannya yaitu namanya sendiri, Sveltia. Entah kenapa saya selalu teringat akan Stevia dan itu bukan salah saya jika berpikir begitu! Namanya benar-benar sangat mirip hingga saya sering melihat domain di bilah pencarian dan berkata, &amp;lsquo;ah, benar. Namanya Sveltia, kan?&amp;rsquo; lalu menghapus apa yang saya tulis: stevia, lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya tidak menertawakan pilihan nama yang diambil oleh Yoshino-san, lebih kepada diri saya yang terkecoh oleh pikiran saya yang lelah. Namun, hal itu adalah wajar ketika saya melihat sirup Stevia tergeletak di lantai dekat saya dan saya jadi teralihkan karenanya. Tapi tentu saja itu murni karena persepsi dan apa yang otak saya lihat.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;Sveltia ringan dan mudah diintegrasikan. Jadi saya tulis saja akhir.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Di mana kita sekarang?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hampir menuju akhir artikel. Dapatkah tulisan amatir ini disebut sebagai artikel? Saya menyerahkan penilaiannya kepada Anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika menyangkut apa yang harus saya tulis dalam tulisan pertama di migrasi ini, saya berpikir &amp;lsquo;apakah saya harus menceritakan perjalanan karir saya?&amp;rsquo; dan menjawab saya sudah punya halaman &amp;lsquo;about&amp;rsquo; untuk itu. Cerita detail mengenai migrasi saya? Seluk beluk dan panduan lengkapnya? Astaga itu terlalu banyak, bahkan untuk saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ada banyak tutorial yang berkeliaran di internet. Dan saya cukup yakin tujuan saya memulai sebuah website adalah untuk melatih kemahiran saya dalam memadukan hal teknis dengan penyampaian materi yang mudah dimengerti. Itulah Data Analyst. Jadi saya memutuskan untuk bercerita saja melalui sudut panjang saya. Dalam hal kepenulisan, ini dikenal pengambilan gambar/point of views melalui orang pertama tunggal, bukan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya akan merasa hebat jika saya dapat percaya diri. Dan saya merasa percaya diri ketika saya bebas: seperti Luffy! Hahaha, apakah Anda mendapatkan hal itu?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maaf.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya memang kaku.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Alih-alih menggunakan &amp;lsquo;aku&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;gue&amp;rsquo; sebagai bentuk penyampaian diri, saya merasa nyaman ketika menggunakan kata &amp;lsquo;saya&amp;rsquo; sebagai pengganti. Bahkan dalam keseharian pun saya (sebenarnya) sangat ingin menggunakan bahasa Indonesia baku. Tapi sulit ketika lawan bicaramu terbiasa dengan bentuk tidak formal walaupun dalam batas tertentu itu sah-sah saja dan masih dalam bentuk hormat. Jadi itulah saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya juga banyak membaca karya terjemahan luar dan memiliki koleksi novel misteri klasik, yang mungkin memengaruhi narasi dalam otak saya. Agatha Christie dan Sherlock Holmes, walaupun terdengar klise, saya sangat menyukai cara penerjemah menuliskannya kembali tanpa mengubah makna aslinya (parafrase).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lalu ada Jepang sebagai pusat hiburannya Asia. Sejak Covid, negara itu berkembang dengan taraf yang membuat seorang pemimpin negara harus khawatir dan senang dengan antisipasi. Dan beberapa tahun belakangan, penulis Jepang menjadi penghuni tetap dalam rak buku di berbagai toko buku. Akiyoshi Rikako, Minato Kanae dan jangan lupakan Keigo Higoshima-san dengan buku-buku misterinya yang khas. Dapatkah saya spoiler? Tentu saja tidak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Itulah yang membentuk, setidaknya menurut saya sendiri. Apakah cukup membuat Anda paham apa maksud dari postingan ini? Karena saya pribadi mengakui ini cukup kasar dan belum diedit sama sekali, tapi itulah intinya!&lt;/p&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;p&gt;Seperti langkah pertama, itu benar-benar polos.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Saya berusaha menampilkan langsung apa yang saya pikirkan saat itu dan sampai saat ini, begitu pikiran spontan saya berubah, saya langsung menghapus apapun, yang menurut otak saya katakan &amp;lsquo;itu salah. Aku hanya ingin ini menjadi ini&amp;rsquo; atau &amp;lsquo;itu saja. Yang itu&amp;rsquo;. Bahkan saya pun tidak sepenuhnya mengenal diri saya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi hei, Anda mengerti maksud saya, kan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal pertama untuk melakukan sesuatu adalah keinginan untuk melakukannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan saya tidak salah &amp;hellip; benar, kan?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;LOL Bahkan saya sangat ingin mengubah kesalahan tanda baca itu dengan segera. Tapi saya tahu itu tidak (boleh) bisa. Atau saya akan menyesal nantinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rasanya benar-benar salah. Dan aku minta maaf untuk itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;^^&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>